Kamis, 28 Juli 2011

Sejarah SMA 7 Cirebon

Cikal bakal berdirinya SMA Negeri 7 Cirebon, bermula dari SP Negeri Cirebon yang semula diproyeksikan menjadi salah satu dari tujuh PGSD di Jawa Barat. Dengan adanya kebijakan perampingan jumlah PGSD dari tujuh menjadi lima, SGO Negeri Bogor dan SPG Negeri Cirebon batal menjadi PGSD.
Tahun 1991, pada tahun ajaran baru mulailah SMA Negeri 7 Cirebon menerima siswa baru kelas 1 dan pada tahun 1991 turunlah SK dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan Nomor : 0519/0/1991 tertanggal 5 September 1991 yang ditandatangani oleh Bambang Trintoro selaku Sekretaris Jenderal Depdikbud. Resmilah perubahan alih fungsi dari SPG Negeri Cirebon menjadi SMA Negeri 7 Cirebon.
Pada awal berdirinya SMA Negeri 7 Cirebon dipimpin oleh Bapak Drs. Yulius Ismail merangkap kepala SPG Negeri Cirebon, perkembangan berikutnya dikarenakan Bapak Drs. Yulius Ismail dan sebagian guru-guru SPG Negeri Cirebon beralih tugas di Universitas Terbuka dengan segala keterbatasannya SMA Negeri 7 Cirebon dipimpin oleh Drs. Misnen Umar sebagai Pymt. Dalam kapasitasnya beliau selaku Kepala Kandep Dikbud Kodya Cirebon.
Pada bulan April 1993, SMA Negeri 7 Cirebon telah mendapat kepala sekolah yang definitif berdasarkan SK Kanwil Depdikbud Jawa Barat, yaitu Hj. Samimah, BA. Dan seiring dengan perkembangan SMA Negeri 7 Cirebon dibawah kepemimpinan Ibu Hj. Samimah, BA. Dengan tiba-tiba datang SK Kanwil Depdikbud Jawa Barat No. 0848/I.02/Kep.1B/1995 tanggal 31 Desember 1995, yang isinya menetapkan bahwa Ibu Hj. Samimah, BA. dimutasikan dari SMA Negeri 7 Cirebon, dan diberi kepercayaan untuk memangku jabatan sebagai kepala SMA Negeri 4 Cirebon.
Sehubungan dengan hal di atas kepemimpinan SMA Negeri 7 Cirebon, dipercayakan kepada Bapak Saefuddin berdasarkan SK Kanwil Depdikbud Jawa Barat No. 0850/I.02/KP.1B/95 tanggal 31 Desember 1995. dan serah terima kepemimpinan SMA Negeri 7 Cirebon dari Ibu Hj. Samimah, BA. kepada Bapak Saefuddin dilaksanakan pada tanggal 11 Maret 1996. Selanjutnya terhitung mulai tanggal 6 April 1999 berdasarkan keputusan Presiden Republik Indonesia No.15/PENS tahun 1999, Bapak Saefuddin memasuki Purna Tugas dan selanjutnya kepemimpinan SMA Negeri 7 Cirebon untuk sementara diserahkan kepada Bapak Drs. Endang Kustaman selaku Pymt.
Pada Tanggal 14 Desember 1999 diadakan Serah terima jabatan Kepala SMA Negeri 7 Cirebon kepada Drs. Moch. Ridwan yang diangkat menjadi kepala sekolah berdasarkan SK Mendikbud RI Nomor : 52390/A2.I.2/KP/1999 tanggal 13 Agustus 1999.
Selanjutnya berdasarkan Surat Edaran Sekjen Depdikbud tanggal 3 April No.41007/A.A5/OT/1997 sebagai tindak lanjut keputusan Mendikbud tentang perubahan nomer Klatur SMP menjadi SLTP, SMA menjadi SMU, SMKTA menjadi SMK mulailah nama SMA Negeri 7 Cirebon menjadi SMU Negeri 7 Cirebon, kemudian berdasarkan surat keputusan Walikota Cirebon No.821.2/KEP.205-KEPEG/2001 tertanggal 7 November 2001, kepemimpinan SMU Negeri 7 Cirebon dipercayakan kepada Drs. Wirsad Yuniuswoyo, M.Pd. Kemudia pada Bulan April 2009 kepemimpinan Bapak Drs. Wirsad Yuniuswoyo, M.Pd di serahkan kepada kepala SMA Negeri 7 Cirebon yang baru yaitu Bapak H. Suteja, M.Pd sampai dengan sekarang.
Secara Geografis SMA Negeri 7 Cirebon berada di Jl.Perjuangan, yang dibatasi oleh komplek PLTG di bagian Timur. perkampuan Karyamulya dibagian selatan, Kampus UNTAG dan Kampus IAIN dibagian barat serta Kampus SMK Negeri 1 Cirebon dibagian utaranya.
Itulah sekilas tentang perjalanan berdirinya SMA Negeri 7 Cirebon yang akan kita kenal sebagai "KAMPUS PERJUANGAN" sampai sekarang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar